Wednesday, October 1, 2014

Cerita Keluarga Kami di Miangas | KKN Tematik Miangas 87 UNHAS

Minggu pagi kali ini sungguh terasa berbeda bagi kami 75 mahasiswa KKN yang berasal dari UNHAS,UIN,UMI,dan UNM. Bagaimana tidak setelah 5 hari terombang-ambing dari Makassar ke Bitung, lalu stay menunggu kapal 5 hari di Dodik Secata Bitung, dan 4 hari perjalanaan Bitung-Miangas, akhirnya penantian panjang itu pun selesai, kami sampai di Miangas pada hari minggu, semua terasa berbeda dengan hembusan angin samudra pasifik. Ya Miangas memang sebuah pulang kecil diperbatasan utara Indonesia yang terletak di samudra pasifik.

Sesampainya di sana kami berjalan menuju pos TNI AD , untuk pembagian rumah untuk tempat kami tinggal. Singkat cerita nih setelah berputar-putar akhirnya kami (sulham syahid,muhammad Gibran,saldi nidal ali dan muhajirin) ditempatkan di sebuah rumah batu semi permanen milik keluarga Namare-Welo.



Senyum keramahan terpancar dari wajah papa jemz ketika kami datang, yah papa jemz adalah kepala keluarga di rumah itu. Seketika papa jemz memanggil istrinya, Ma anak" so datang, mama Tince dari dapur kemudian menghampiri kami di ruang tamu.

Sambutan yang begitu hangat mengingatkan kami pada keluarga kami di Makassar, bagaimana tidak waktu kami KKN bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Walaupun begitu keluarga papa jemz dan mama tince sama sekali tidak mempermasalahkan sebuah perbedaan keyakinan.

Kami diajak untuk melihat kamar kami ber-empat yang akan kami tinggali untuk 3 minggu kedepan, sewaktu kami mengatur baju, suara anak kecil terdengar dari ruang depan Selamat siang, yah ternyata anak kecil itu adalah anak dari papa jemz dan mama tince yang bernama Julandri During Namare.

Anak kecil yang masih duduk di bangku kelas 3 SD Miangas begitu antusias menyambut kami, dia mengatakan dia punya kakak baru. Tak butuh waktu lama kami diajak keliling-keliling kampung sekaligus mandi di Liang.

Di perjalanan papa jemz dan mama tince bercerita kalau profesi dia sehari hari adalah petani dan mama tince adalah ibu rumah tangga yang membuka usaha jualan kecil-kecilan di rumah.
Hampir lupa di rumah semi permanen itu juga tak hanya, papa jemz,mama tince,dan julan di sana juga ada opa yaitu bapak dari mama tince.

Ada juga seekor anjing satu ekor babi yang menjadi ternakan papa. Papa jemz juga sering melaut  untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hari demi hari berlalu, kami ber-empat sangatlah akrab dengan keluarga baru kami, teman-teman KKN yang lain memanggil kami dengan sebutan four brothers, bagaimana tidak kami ber-empat begitu akrab.

Saking akrabnya mama tince yang adalah lulusan SMK tata boga dan rajin memasak ini selalu mencari kami di waktu berbuka puasa, kami ingat mama selalu memanggil kami dengan sebutan anak-anakku.

Kalau sudah tiba waktu berbuka puasa, saldi, jirin, sulham dan gibran selalu menyempatkan diri berbuka di rumah, alasan masakan papa dan mama yang nikmat, dan sambutan yang begitu hangat sewaktu kami pulang dari mengerjakan program kerja (proker), kami selalu mengingat mama mengatakan, anak anakku dari mana? Ayo cepat mandi lalu makan. Makan yang banyak mama papa sudah masak untuk anak-anakku berbuka.

Perbedaan keyakinan tak membuat penghalang untuk keakraban kami, makan bersama setiap malam, bercerita dengan papa dan mama adalah kegiatan kami selepas berbuka.

Papa dan mama selalu bercerita, kalau anak-anakku sudah pulang, rumah sudah akan sunyi, anak-anakku jangan lupa sama mama dan papa di Miangas kalau sudah pulang yah..
Papa dan mama selalu rindu dengan anak-anak semua.

Hari demi hari berlalu saatnya kami untuk pulang setelah menyelesaikan KKN kami di Miangas.
Banyak pelajaran berharga yang dapat kami (sulham,jirin,saldi dan gibran) yang dapat kami petik dari keluarga ini.

Papa yang sangat bertanggung jawab,pekerja keras dan jago masak.
Mama yang selalu berusaha untuk menjadi orang tua yang baik, memasakkan dan mengerti kami.
Julan adik kami yang selalu ikut dengan kami kemanapun pergi. Dan jangan lupa ada opa yang selalu menunggu kami di depan dego-dego (Baca : Teras) kala malam mulai menyapa.

Terima kasih papa jemz dan mama tince , we are always missing you..see you when i see you.

Cerita Keluarga Kami di Miangas | KKN Tematik Miangas 87 UNHAS Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sulham Syahid

0 komentar: